Rabu, 08 Agustus 2018

Agar Cat Dinding Tak Mudah Mengelupas


Pengelupasan cat bisa terjadi karena kondisi dinding yang lembab. Dinding lembab sendiri bisa terjadi karena kondisi talang air yang rusak atau kondisi tembok yang bersebelahan dengan taman.
Kandungan air taman yang tinggi bisa masuk melalui celah atau pori-pori dinding, sehingga membuat dinding selalu basah. Dinding lembab juga bisa terjadi karena proses pembangunan yang kurang baik.
Pengelupasan cat juga bisa disebabkan oleh tembok yang belum kering saat dicat, sehingga tembok masih mengandung garam alkali pada saat itu.
Penggunaan dempul dan cat dasar yang salah juga turut menjadi penyebab cat mudah menglupas.
Penyebab lainnya adalah tembok yang belum dibersihkan dan masih mengandung debu, kotoran, minyak, sehingga membuat daya rekat cat berkurang.
Jika tembok pernah dicat ulang, maka penyebab lainnya mungkin datang karena lapisan pertama cat tidak dikerok terlebih dahulu, sehingga lapisan cat baru mudah terkelupas.
Nah setelah mengetahui penyebab cat mudah mengelupas, maka kini Anda bisa melakukan perawatan cat dinding dirumah anda .
 
Memeriksa kebocoran
Apabila dinding berjamur dan mengelupas, masalahnya mungkin berasal dari rembesan air hujan. Periksalah jendela, pintu, atap, dan pastikan tidak ada celah. Jika terlihat ada celah yang memungkinkan air masuk, tutuplah dengan campuran silikon tahan air.
 
Membersihkan dinding
Waktu yang pas untuk membersihkan tembok adalah dua minggu setelah proses pengecatan selesai. Pada saat ini, tembok sudah kering sepenuhnyam, namun masih meninggalkan beberapa noda dan kotoran sisa pengecatan.
Pembersihan rutin akan membuat dinding terlihat lebih bersih. Sebaiknya bersihkan dinding sebulan sekali.
 
Sementara untuk membersihkan dinding, Anda bisa menggunakan campuran satu sendok teh deterjen pembersih ke dalam satu liter air.
Kemudian tambahkan seperempat sendok teh cuka. Lalu gosokkan campuran ini ke dinding bangunan untuk membersihkan noda.
Untuk mencegah noda menempel pada tembok, segera bersihkan dinding sesaat setelah noda menempel. Hal ini dilakukan untuk mencegah noda menempel secara permanen.
Untuk area-area khusus yang sering terdapat noda seperti dapur atau ruang bermain anak, lebih baik melakukan pengecatan ulang setiap dua tahun.
 
Melakukan pengecekan rutin
Penting juga untuk selalu mengecek dinding apakah terjadi pengelupasan meski kecil. Pengelupasan ini bisa jadi tanda bahwa ada masalah pada dinding Anda, seperti kebocoran atau saluran air yang rusak.
Jangan lupakan tempat yang selalu terkena sinar matahari seperti jendela atau bingkai pintu. Paparan sinar matahari secara terus menerus membuat bagian ini terlihat kusam dibanding bagian dinding lainnya. Maka dari itu perlu untuk mengganti lapisan cat dua tahun sekali, agar terlihat lebih cerah. 

Kamis, 02 Agustus 2018

Cara Merawat Anggrek Phalenopsis (Anggrek Ngengat)



Anggrek phalaenopsis, juga dikenal sebagai anggrek ngengat atau phal, adalah tanaman rumah terkenal asli Australia dan Asia Tenggara. Anggrek ngengat mudah ditanam, dan kalau dipelihara dengan baik, Anda akan mendapatkan bunga yang cantik.

Langkah

  1. 1
    Pastikan bahwa anggrek yang Anda miliki adalah phalaenopsis (atau singkatnya phal).
    Jenis anggrek yang berbeda harus dirawat dengan cara yang berbeda pula.
    • Phal biasanya memiliki 3-6 helai daun sangat lebar yang terkulai dan tumbuh bergantian. Tangkai bunga tumbuh di antara dedaunan ini.
    • Bunga phal berwarna-warni, di antaranya ada yang putih, merah muda, kuning, bergaris-garis, atau bebercak-bercak. Bunga biasanya berdiameter 5 – 10 cm dan mekar di tangkai yang panjangnya sekitar 30 – 45 cm.
    • Pada tanaman yang besar, tangkai bunga bisa tumbuh lebih dari satu dan bunganya bisa berkisar dari 3 hingga 20 kuntum. Kalau tidak yakin bahwa anggrek yang Anda miliki adalah jenis phal, bukalah internet untuk melihat contoh fotonya.
  2. 2
    Jangan menyiram phal secara berlebihan!
    Ini adalah faktor utama penyebab kematian
    phal
    dan Anda mungkin tidak sadar telah melakukannya hingga suatu hari anggrek tersebut mati.
    • Phal adalah tanaman epifit, artinya di alam liar mereka melekatkan diri dengan akar ke pohon atau batu dan mendapatkan nutrisi dari detritus (kotoran atau sampah) yang menumpuk di sekitar akar mereka.
    • Artinya, pada kondisi alami, akar phal tidak tertanam pada tanah yang basah. Anggrek dari toko sering kali berada dalam kondisi kebanyakan air atau justru kekurangan air. Tanaman yang kebanyakan air akan mengalami pembusukan akar dan pada akhirnya mati karena tidak bisa menyerap air.
    • Tanaman yang kekuarangan air memiliki akar yang keras dan rapuh. Akar yang sehat adalah yang tebal, berwarna hijau keperakan dengan ujung hijau muda.
    • Periksalah akar tanaman phal muda yang baru dibeli. Kalau akarnya tampak kecokelatan dan licin, potonglah bagian tersebut dan pindahkan anggrek ke pot yang baru.
    • Biarkan tanaman dalam keadaan kering hingga akar yang baru tumbuh.
    • Jika Anda hendak menyiramnya, biarkan air mengalir sampai keluar dari lubang pot (biasanya seminggu sekali adalah pilihan yang pas untuk sebagian besar rumah , tetapi cek saja dulu dengan menusukkan jari ke dalam substrat/media tanam untuk merasakan kelembapan media sebelum menyiramnya. Jika masih basah, tunda penyiraman).
    • Jangan menyiram pada atau di antara daun karena bisa membuat tanaman busuk dan mati.
    • Secara umum, kondisi kekurangan air memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk membuat phal mati dibandingkan dengan kelebihan air.
  3. 3
    Tanamlah anggrek di dalam pot dengan benar.
    Penanaman anggrek yang benar akan mencegah air menggenang terlalu banyak.
    • Selama masa ini, letakkan anggrek di tempat yang lebih lembap, seperti di kamar mandi (asalkan anggrek tetap mendapatkan sinar matahari).
    • Phal bisa diletakkan di dalam berbagai media tanam, tetapi yang paling penting substrat yang digunakan tetap membuat akar mendapatkan udara dan bisa mengering dengan relatif cepat.
    • Artinya, jangan pernah memakai campuran tanah biasa. Salah satu bahan yang paling mudah digunakan untuk anggrek adalah campuran kulit kayu.
    • Untuk menanam anggrek pada pot, gunakan pot plastik atau tanah liat. Bahan plastik bisa menahan air lebih baik daripada tanah liat. Namun, kalau Anda cenderung menyiram terlalu banyak, pilihlah pot berbahan tanah liat.
    • Pilihlah ukuran pot yang bisa memuat akar anggrek, bukan memuat daunnya. Ukuran pot yang lebih kecil adalah pilihan yang lebih baik karena air akan mengering dengan lebih cepat.
    • Letakkan bunga di tengah-tengah pot dan isilah pot dengan campuran kulit kayu. Saat Anda memasukkan kulit kayu, ketuk-ketukkan pot ke lantai untuk memadatkan media tanam.
    • Sebelum kulit kayu dimasukkan ke dalam pot, rendamlah terlebih dahulu di dalam air. Pilihlah pot yang memiliki lubang di bagian bawah agar drainasenya bagus.
    • Anda bisa meletakkan pot plastik berlubang ke dalam wadah dekoratif yang lebih cantik kalau mau. Jika Anda hendak menyiram anggrek, angkat saja pot dari wadah tersebut.
    • Anggrek tidak suka kondisi yang terlalu basah. Tidak semua akar bisa tertampung di dalam pot dan ini adalah kondisi yang normal.
      • Phal memiliki akar udara (atau akar gantung), Anda bisa menyemprotnya dengan air saat menyiram.
  4. 4
    Jangan letakkan anggrek di bawah sinar matahari langsung.Phal
    adalah jenis tanaman yang membutuhkan sedikit cahaya. Tanaman ini tidak suka berada di bawah pancaran sinar matahari langsung karena daunnya bisa terbakar dengan mudah.
    • Cahaya yang lembut atau sinar matahari pagi di jendela yang menghadap ke arah timur sudah cukup untuk phal.
    • Meski demikian, sinar dari lampu langit-langit di dalam ruangan kemungkinan tidak akan cukup, jadi letakkan anggrek di dekat jendela untuk mendapatkan cahaya alami yang lembut.
    • Phal yang kekurangan cahaya akan sulit berbunga kembali. Jika sudah 6 bulan sejak ada tanda-tanda tangkai bunga tumbuh, letakkan anggrek di tempat yang mendapatkan lebih banyak cahaya.
     
Selengkapnya :  http://blog.citragran.com/content-1415-cara-merawat-anggrek-phalenopsis-anggrek-ngengat.html

10 Tips Merawat Tanaman di Pekarangan Rumah


Bagaimana rasanya apabila setiap hari Anda bisa melihat pemandangan cantik dari bunga, buah, atau bahkan sayuran di pekarangan rumah? Meskipun hanya terdapat sudut kecil di rumah yang bisa ditanami , tetapi tanaman nyatanya tetap bisa menenangkan mata, menyegarkan pikiran, dan merelaksasi diri.
Namun sayangnya, memiliki pemandangan indah tersebut hanya dilakukan dengan sebuah upaya. Tidak setiap tanaman dapat tetap tumbuh indah jika tidak diberikan perawatan khusus.
Salah satunya adalah masalah pencahayaan dari sinar matahari. Beberapa tanaman butuh cahaya yang amat terang, beberapa justru membutuhkan sedikit cahaya. Oleh karena itu, sangat perlu disadari hal-hal yang baik atau malah membahayakan hidup tanaman.
Lantas, apa sajakah hal yang bisa dilakukan agar tanaman tumbuh indah di pekarangan rumah? Berikut terdapat beberapa tips untuk merawat tanaman:
1. Tahu cara menyiram
Tiap pot pasti memiliki bulatan sebagai tempat keluarnya air. Siramlah sampai air meluap dan keluar dari lubang tersebut. Hentikan segera ketika air sudah keluar karena apabila kelebihan air, tanaman akan membusuk.
2. Tambah kelembaban
Bagaimana cara mengetahui bahwa tanaman kurang kelembaban? Bintik-bintik cokelat pada daun merupakan penandanya. Jadi, segera tempatkan di tempat yang lebih lembab.
3. Pencahayaan
Tak semua tanaman dapat hidup di tempat yang gelap. Beberapa butuh pencahayaan terang untuk dapat melakukan fotosintesis. Oleh karena itu, tingkat pencahayaan sinar matahari penting bagi mereka.
4. Ubah tanah
Kadang-kadang tanaman tetap tidak tumbuh maksimal meskipun air dan pencahayaan sudah tepat. Solusinya dengan mengganti media tanam. Tak harus menggantinya dengan arang atau kristal, tetapi mengganti dengan tanah baru dapat memerbaharui nutrisi tanaman.
5. Bersihkan tanaman
Selalu ingin terlihat bersih dan terbebas dari kotoran? Tanaman pun juga menginginkan hal seperti itu. Bersihkan daun demi daun dengan kain halus, atau cukup hindarkan mereka dari debu.
6. Periksa hama dan serangga
Tanaman dan bunga dapat menarik perhatian hama, juga serangga. Namun, hal tersebut bukanlah hal yang baik jika mereka tidak membantu penyerbukan tetapi justru merusak tanaman. Segera berikan mereka pembasmi hama dan serangga.

Selengkapnya :  http://blog.citragran.com/content-1416-10-tips-merawat-tanaman-di-pekarangan-rumah.html

Selasa, 17 Juli 2018

Perhatikan Hal-Hal Berikut Untuk Mendeteksi Kerusakan di Rumah



Hampir semua rumah mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut bisa berupa retak dinding, kebocoran pada atap, dan kebocoran pada lantai. Terkadang kelihatannya sepele, namun bisa membawa masalah yang cukup pelik.
Sebelum semuanya semakin parah, ada baiknya kita melakukan pendeteksian kerusakan di rumah. Berikut ini beberapa hal dapat dilakukan untuk mendeteksi kerusakan di rumah :
Perhatikan warna dinding
kerusakan rumah | dok. popeti.com
 
Bila mulai terlihat kusam dan berjamur, coba bersihkan dengan air sabun dan sikat. Bila tidak hilang, segera cat ulang. Namun sebelumnya, lapisan dinding yang berjamur dikeruk terlebih dahulu. Dinding seperti itu akan menjadi tempat tumbuh kuman penyakit dankkutu.
Perhatikan keretakan dinding
kerusakan rumah | dok. 1.bp.blogspot.com
 
Jika sudah retak, segera lakukan acian ulang.

Struktur atap
kerusakan rumah | dok. rikaarba.files.wordpress.com
 
Deteksi kerusakan di rumah bisa dilakukan dengan melihat struktur atap rumah. Bila menggunakan struktur atap kayu, kayu yang lembap harus diberikan pelapis antirayap. Jika lapuk, segera ganti dengan yang baru. 

Cara Membuat Taman Vertikal



Jika area taman yang Anda miliki terbatas, atau Anda tertarik untuk menambah tekstur serta keindahan halaman Anda, pertimbangkanlah untuk membuat taman vertikal. Beberapa jenis tanaman secara alami tumbuh merambat pada pohon ataupun dinding, dan dapat dengan mudah dirambatkan pada struktur yang dipilih. Lanjutkan membaca artikel ini untuk mengetahui cara membuat taman vertikal.

Metode 1
Memilih Struktur Taman Vertikal

  1. 1
    Beli sebuah struktur taman vertikal dari toko perlengkapan taman.
    Seiring dengan semakin berkembang dan populernya taman vertikal, toko peralatan taman pun menambah variasi struktur yang sesuai untuk membangun sebuah taman vertikal. Pilihlah di antara beberapa pilihan berikut:
    • Beli tiang sederhana yang mudah ditanam ke dalam tanah. Pilihan ini cukup bagus bila Anda hanya menginginkan beberapa elemen vertikal di taman Anda.
    • Beli sebuah teralis. Teralis sering kali terbuat dari kayu. Teralis tersebut berbentuk kotak dengan persilangan penguat pada bagian atas dan samping yang memungkinkan tanaman merambat dan membuat jalinan melalui celah-celah kayu.
  2. 2
    Gunakan perangkat vertikal yang sudah Anda miliki.
    Jika tidak ingin mengeluarkan biaya, Anda tidak perlu membeli struktur vertikal. Anda mungkin telah memiliki benda-benda yang dapat digunakan untuk menumbuhkan tanaman di taman vertikal. Pertimbangkan utuk memanfaatkan beberapa objek berikut:
    • Sebatang pohon. Merupakan suatu langkah yang tepat jika Anda mencoba menumbuhkan tanaman melingkari sebatang pohon. Jenis pohon yang paling baik untuk keperluan tersebut adalah yang memiliki banyak cabang yang tingginya mencapai lebih dari 1,8 m.
    • Tiang bambu. Adakah rumpun bambu yang tumbuh di sekitar rumah Anda ? Batang bambu memiliki karakter yang kokoh dan relatif mudah didapatkan, bahkan secara cuma-cuma. Jika tidak ada batang bambu, Anda bisa memanfaatkan batang pohon lain yang tinggi dan berbentuk serupa.
    • Dek. Jika Anda memiliki sebuah dek yang membentang beberapa meter di atas permukaan tanah. Anda dapat membuat taman vertikal pada bagian sisi-sisinya.
    • Pagar. Sebagian besar jenis pagar merupakan struktur yang sesuai untuk sebuah taman vertikal—semakin tinggi, semakin bagus!
  3. 3
    Buat sendiri teralis vertikal.
    Untuk mendapatkan struktur taman vertikal yang sesuai dengan keinginan, buatlah teralis dari kayu. Membuat sendiri struktur vertikal memungkinkan Anda menciptakan sebuah taman dengan ukuran yang sesuai dengan luas halaman Anda. Berikut ini adalah petunjuk tahap demi tahap untuk membuat struktur taman vertikal setinggi 6 kaki (±1,8 meter):
    • Buatlah sebuah kotak berukuran 0,6 meter persegi dengan tinggi 27,9 cm dari papan kayu redwood, cedar, atau papan kayu olahan berukuran 5 x 15 cm. Kemudian sekruplah balok kayu olahan berukuran 5 x 5cm yang panjangnya ±2,44 meter pada bagian tengah dan satu sudut di bagian belakang, dan satu balok kayu lagi ukuran5 x 5cm yang panjangnya ±1,8 meter pada sudut yang lain dan 45,7 cm dari belakang pada kedua sisinya.
    • Buat lubang bor, lalu rekatkan dan sekrup kayu ukuran 2,5 x 5cm setiap jarak 15,2 cm yang dimulai dari bagian atas kotak. Untuk meminimalkan risiko terpisah, buatlah kayu 2,5 x 5cm tersebut lebih panjang sekitar ±2,54 cm melampaui setiap tiang berukuran5 x 5 cm.
    • Tambahkan platform dengan cara menyekrup kayu berukuran 2,5 x 5 cm yang panjangnya ±92 cm, kemudian sekrupkan pada kayu berukuran 2,5 x 5 cm yang diletakkan mendatar membentuk miniatur dek.
    • Tambahkan satu lagi kayu berukuran 5 x 5 cm dengan panjang ±1,83 meter di tengah pada bagian depan, dan sekrupkan pada papan horizontal yang melintang.
    • Pasanglah sebuah papan horizontal berukuran 2,5 x 10 cm pada puncak tiang yang terbuat dari balok 5 x 5 cm. Tambahkan sebuah rumah burung pada ujung papan melintang tersebut.
    • Isi kotak tersebut dengan tanah yang baik, kemudian tanamlah di dalamnya jenis tanaman merambat tertentu dan arahkan pertumbuhannya melewati kisi-kisi. Tambahkan tanaman lain dalam beberapa pot dan keranjang gantung.

Metode 2
Memilih Jenis Tanaman yang Tepat

  1. 1
    Tanam sayuran secara vertikal.
    Beberapa jenis sayuran dan kacang-kacangan tumbuh merambat, sehingga jenis tanaman ini menjadi pilihan yang bagus untuk taman vertikal. Kacang polong dan kacang-kacangan secara alami akan memutari dan merambat pada teralis, dan banyak di antara jenisnya yang memiliki bunga yang indah. Berikut ada beberapa ide yang bisa dicoba:
    • Tanamlah kacang-kacangan jenis scarlet runner bean, yang memiliki bunga berwarna merah dan putih dan menarik perhatian burung kolibri.[1]
    • Tanamlah tomat yang harus tumbuh vertikal agar tetap sehat dan menghasilkan banyak buah. Pada musim panas, tanaman tomat akan memberi nuansa merah segar di halaman Anda.
    • Beberapa varietas labu juga tumbuh secara vertikal. Coba tanamlah labu jenis trombetta (trombetta squash) yang memiliki bunga yang indah.[2]
    • Hop, yaitu jenis tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan esensial dalam pembuatan bir (perasa/penstabil rasa), yang tumbuhnya mengarah ke atas setidaknya hingga ketinggian 1,8 m.
     
Selengkapnya :  http://blog.citragran.com/content-1396-cara-membuat-taman-vertikal.html

Kamis, 05 Juli 2018

7 Jenis Pohon Peneduh untuk Taman Minimalis dan Halaman Kecil







Menanam pohon dihalaman rumah bisa mendatangkan banyak manfaat untuk anda dan keluarga, salah satunya adalah untuk memberikan kenyamanan suhu dengan cara meneduhi lingkungan sekitarnya. Pohon dengan fungsi demikian dapat disebut sebagai pohon peneduh.  Namun bagaimana jika halaman atau taman rumah anda memiliki luasan yang terbatas? Tidak perlu khawatir, anda tetap bisa menanam pohon, tentu saja dengan ukuran yang disesuaikan. Beberapa jenis pohon berikut ini mungkin dapat menjadi referensi anda untuk menanam pohon di halaman atau taman minimalis rumah anda .

Kersen - Muntingia calabura

Pohon Kersen (Muntingia calabura) By Wie146
Pohon Kersen yang berasal dari Amerika Latin ini termasuk pohon yang sangat cepat tumbuh dan tidak membutuhkan perawatan intensif, sangat cocok untuk taman dengan gaya minimalis. Tingginya dapat mencapai 12 meter, namun lebih sering ditemui memiliki tinggi 3-6 meter. Kersen memiliki tajuk atau konopi berbentuk payung.
Buah kersen disenangi banyak jenis burung, karena itu dengan menanam kersen akan banyak burung yang singgah di halaman atau atau taman rumah anda.
Tidak hanya burung, buah kersen juga bisa dimakan manusia. Bahkan sudah ada penelitian yang menyatakan bahwa buah ini memiliki nutrisi yang sangat tinggi sehingga dapat memberikan manfaat kesehatan untuk manusia.


Ketapang Kencana - Terminalia mantaly



Pohon Ketapang Kencana
Ketapang Kencana memiliki kanopi yang tampak rapi dan cantik, ramping dengan ranting membentang dan bertingkat sehingga tepat untuk dijadikan sebagai peneduh halaman. Pohon ini juga memiliki batang ramping yang tumbuh lurus. Ketapang Kencana dapat tumbuh hingga ketinggian mencapai 10 - 20 m dengan batang berdiri tegak dan rapi. Meskipun tinggi, dengan pemangkasan yang tepat, pohon ini bisa tampak tetap rapi untuk ditanam di halaman rumah sempit atau taman dengan gaya minimalis.

Tanjung - Mimusops elengi




Pohon Tanjung
Pohon Tanjung dapat mencapai tinggi hingga 15 meter, namun relatif jarang ditemui. Kanopi pohon tanjung sangat rimbun dan tumbuh secara simetris, sangat efektif sebagai pohon peneduh. Perawatan minimalis cukup untuk menjaga kesehatan pohon ini, karena pohon tanjung relatif tahan terhadap berbagai gangguan lingkungan. Karena ketahanannya, pohon ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh tepi jalan yang relatif panas dengan polusi udara yang tinggi. Daunnya yang tidak mudah rontok dan rantingnya tidak mudah patah akan mengurangi waktu dan tenaga untuk menjaga kebersihan halaman atau taman rumah anda .

Kiara Payung - Fellicium decipiens



Kirai Payung
Pohon Kiara Payung merupakan pohon daerah tropis yang berasal dari Afrika Timur dan India Selatan. Meskipun tergolong pohon tropis, orang-orang di luar negeri mengenal pohon ini sebagai Japanese Fern Tree. Tajuk pohon Kiara Payung relatif sangat rindang dan bertajuk luas dengan kemampuan penyerapan CO2 yang baik. Pohon Kiara Payung sering ditemui memiliki tinggi 4-8 meter, namun pohon ini sebenarnya dapat mencapai tinggi 11 meter.

Pohon Mangga - Mangifera indica 



Pohon Mangga.
Pohon mangga dapat tumbuh dengan cepat dengan perawatan semi intensif, anda mungkin perlu untuk memangkas sebagian ranting karena pertumbuhannya yang tidak simetris dan perlu diatur. Kanopi pohon ini relatif rimbun dengan sistem perakaran masif di dalam tanah sehingga mengurangi resiko kerusakan paving atau perkerasan sekitar taman rumah anda . Umumnya pohon mangga yang dipelihara mempunyai tinggi 4-10 meter  karena ditanam dari cangkokan, sebenarnya pohon ini bisa tinggi 10-40 meter dengan lebar batang yang cukup besar.
Kelebihan dari pohon ini adalah buahnya bisa dinikmati oleh keluarga anda. Kekurang pohon mangga adalah batangnya yang relatif mudah terserang ulat sehingga memperpendek masa hidupnya.


Selengkapnya :  http://blog.citragran.com/content-1388-7-jenis-pohon-peneduh-untuk-taman-minimalis-dan-halaman-kecil.html

5 Jenis Tanaman Obat Tradisional yang Cocok Ditanam di Pekarangan Rumah

V







Saat ini tanaman obat tradisional mulai banyak dilirik dan masyarakat sebagai alternatif untuk menjaga dan mengatasi berbagai masalah kesehatan anak maupun orang dewasa. Menanam tanaman obat tradisional di pekarangan rumah atau biasa disebut TOGA (Tanaman Obat Keluarga) ini memiliki fungsi ganda yaitu sebagai tanaman hias dan juga tanaman obat herbal.
Mungkin, beberapa tanaman obat tradisional di bawah ini bisa menjadi inspirasi Anda untuk menanam di pekarangan rumah dan bisa menjadi apotek hidup di rumah, mengingat manfaat dan kegunaannya.
1. Lidah Buaya
Tanaman herbal yang satu ini paling banyak ditanam di pekarangan rumah , karena cepat tumbuh dan juga mudah merawatnya. Tak hanya sebagai tanaman hias, lidah buaya juga berkhasiat sebagai obat kesehatan dan kecantikan. Sebagai obat tradisional, lidah buaya berkhasiat untuk membunuh kuman, memperbaiki sistem pencernaan, dan menghilangkan rasa sakit pada luka luar. Sedangkan untuk kecantikan, lidah buaya berfungsi untuk merangsang tumbuhnya sel-sel kulit baru, menghilangkan jerawat, melembapkan dan menghaluskan kulit, serta menjaga kelembapan rambut.
2. Daun Sirih
Siapa yang tidak kenal dengan daun sirih, tumbuhan yang hidupnya biasanya menumpang dan merambat di dahan pohon ini telah digunakan secara turun-temurun sejak jaman dahulu dan memiliki berjuta khasiat yang luar biasa dalam resep obat tradisional. Biasanya sering digunakan untuk nyireh oleh wanita tua yang fungsinya untuk memperkuat enamel gigi dan membunuh bakteri yang aktif dalam mulut. Tanaman ini juga sangat baik untuk menghentikan mimisan, caranya remas daun sirih hingga memar, kemudian gulung, dan sumbatkan pada bagian hidung yang mimisan.
Masih banyak lagi khasiat dari resep obat tradisional ini, di antaranya untuk menghilangkan bau badan, menyembuhkan penyakit kulit, melancarkan datang bulan, mempercepat proses penyembuhan luka bakar, mengobati batuk dan sariawan, serta sebagai obat kumur alami untuk membunuh bakteri aktif dalam mulut.
3. Cocor Bebek
Kandungan air yang tinggi pada daun tanaman ini membuat orang-orang jaman dulu biasa memanfaatkannya sebagai obat tradisional penurun panas dengan cara menjadikan daunnya sebagai obat kompres.
Cocor bebek juga sering digunakan sebagai resep obat tradisional untuk ambein dan asma dengan cara yang cukup mudah. Hanya dengan mengeringkan daun cocor bebek di terik matahari, kemudian tumbuk sampai lembut seperti bubuk teh, lalu seduh dengan air panas. Tak hanya itu, bila Anda mengalami luka memar akibat benturan, daun cocor bebek sangat bermanfaat untuk mengobati memar dan mencegah terjadinya infeksi pada luka.